jangan cari aku lagi…!!!

bukankah dahulu kau yang meminta hentikan kisah kita. walau kau tau itu membuat ku menggenggam erat ruh dari jasadku. dan bukankah dahulu kau juga memintaku tuk menyimpan cerita kita hanya sebagai kenangan indah. walau kau tau tentang jerit hati ku yang berlumur darah yang dengan terpaksa mencoba merobek kisah kita yang ku anggap indah, kisah dengan  sejuta mimpi yang pernah kita bangun tuk terwujud suatu hari nanti.

    hari yang berganti,bulan yang berlalu, dan tahun yang terus menjauh, berfikir jika kisah ini akan bermuara di telaga bahagia yang hakiki, ku bangun rasa percaya agar hati terbentengi dari senyum indah yang penuh pesona, agar hati tak tergelitik dari senyum penuh pesona itu.

    waktu yang telah jauh terlewati, membuat hati semakin kokoh terbentengi, tak lagi terganggu dengan senyum mempesona dari seberang jalan sana.

    keyakinan yang ikut tumbuh dan berakar besar mencengkram rasa, bahwa kau keindahan yang akan jadi senyum indah ku nanti, meski ku tau jalan kita masih panjang terbentang.

    rasa percaya telah berdiri kokoh menjaga rasa, rasa yang telah tumbuh tinggi menjulang rindang, hingga mampu berteduh di bawahnya, dari teriknya rasa sakit, rasa sedih, dan rasa yang pernah berkecamuk bagai badai yang kencang.

    ini sungguh terlalu hebat, hingga membuat merasa paling hebat, terlupa bahwa aku hanyalah si pelakon dari sebuah cerita yang telah memiliki sekenario abadi disana.

    rasa ini sungguh benar membuat terlena dan lupa keyakinan ku tak pasti tentang rasa ini. andai saat itu aku sadar tentang kepastian yang tak pasti yang ku yakini, mungkin tak akan terlalu remuk redam isi dalam rongga tulang rusuk ku.

    lelah jika hari kita bersama di hitung, entah sudah berapa lama kita berbagi kasih, berbagi canda, memeluk saat sedih, menguatkan saat tersakiti dari sibuknya dunia fana ini.

    nyatanya ruang fikir yang selalu mempositifkan keadan yang ada tak lah cukup, tak cukup pula rasa yang berakar besar, tak pula cukup waktu yang panjang bersama.

    tak lah sama yang telah terjadi di dalam rongga rusuk ku. dengan apa yang terjadi di dalam rongga-rongga rusukmu. ku fikir kita sama, sama-sama memiliki rasa yang sama. namun tak lah begitu adanya, entah apa yang membuatmu tak cukup dengan rasa yang hampir menjadi abadi hanya untukmu saja.

    ke acuhanmu yang perlahan menguap kepermukaan, kuanggap tak apa karena mungkin kau sedang lelah dengan kacaunya duniawi ini. amarahmu yang sering tak terikat kuat hingga lepas menghempas rasa, akupun masih menganggap tak apa, mungkin itu satu dari ekspresimu beri tau rasa tak suka akan sesuatu.

    benar memang aku sudah teramat percaya padamu, hingga salahpun tak tampak oleh mata.

    hingga tiba saatnya kau langkahkan rasa mu menjauh dari rasaku, perlahan tapi pasti kita semakin berjarak, hingga jarak rasa tak lagi mampu di tempuh kata maaf. dan akhirnya tiba kau dan aku di akhir cerita yang ku sangka tak akan begini akhirnya.

    untungΔΊah si logika masih menyimpan si positif di dalamnya, hingga si positif mampu membujuk si hati untuk percaya bahwa ini bukan akhir dari segalannya. kali ini si positif berkerja lebih keras dari sebelumnya, menyakinkan sang hati di setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan, cepat atau lambat itu akan menjemput pertemuan.

    setelah langkah rasa terakhirmu pergi meninggal kan jauh hingga tak lagi teraba dan terasa meski hanya sebuah aroma semu. hati kini bersahabat erat dengan logika, saling menguatkan akan kisah yang sudah usai, tinggalkan karat yang megendap.

    perlahan semua ternetralisir juga, meski butuh waktu panjang untuk tenangkan hati.

 lama sudah waktu berlalu dan sang rasa mulai terbiasa tanpa sosok indah yang pernah bersemayam di sana. nafas yang pernah terasa menyesakkan, sudah terasa dapat dengan benar menghirup keindahan di awal membuka mata.

    kau hebat wahai hati, mampu bertahan dengan hebatnya rasa yang sesakkan nafas, mungkin jika tak ada sedikit logika yang baik tersisa di dalam ruang ingat, akupun tak yakin bisa bertahan lama seperti ini, seolah hati berkata demikian pada mesin fikir.

   suatu ketika saat semua sudah terasa biasa, entah hembusan angin dari mana yang datang menghampiri indra dengar ini, angin itu berbisik bahwa kini kau dapatkan penggantiku yang mengisi hatimu. walau dahulu aku masih bisa mengingat dengan jelas, kau katakan hanya aku yang akan abadi, di sebuah tempat terindah di hatimu. tapi sudah lah, kisah kita sudah usai, bahagiamu dan aku kini sudah lagi bukan kita, bukan saat aku dan kamu bersama.
    namun yang masih aku tak mengerti, mengapa kau datang menghampiriku, saat semua sudah usai karena kau telah tergoda dengan sebuah aroma yang mampu pengaruhi fikir dan rasamu, untuk apa lagi kau datang menghampiri ku,

seakan kau ingin kisah kita berjalan menuju titik indah, bukankah dahulu kau ingin kosah kita usai begitu saja, tanpa aku tau, dimana letak kekhilafan ku.

ku akui hadirmu mampu membuat ku lupa tentang rasa sakit yang ku terima darimu dahulu, saat mendengar alunan suara manjamu, masih mampu tenangkan rasa gelisah yang ada di dalam dada.

namun aku tau, dan aku lebih cepat tersadar kini, jika mendekatimu hanya akan membuat luka baru di hati yang sudah tercabik cinta yang hampa, yang kau samarkan di balik senyum indah dan sifat manja. memang aku dahulu tak menyadari akan sikap yang berbeda dari gerak tubuhmu. namun tidak kini, meski kita telah lama tak berjumpa dan bersama, aku masih dengan baik mengenal watak yang kau punya.

    pergilah, jangan lagi cari aku. kisah kita tak berjalan seperti dahulu lagi, meski kau mencoba meyakinkan hati ini, bahwa di hatimu masih ada aku disana. pergilah, dan biarkan aku menikmati sisa-sisa yang tersisa dari rasa yang pernah kau beri. aku tyajin bahwa kau mampu temukan bahagia dengan atau tanpa aku di sampingmu, sebab jika tidak, kau tak akan pergi begitu saja dari hati yang sungguh berikan ketulasannya hanya untukmu.

    aku mengaku, bahwa aku hanyalah insan yang terlalu lemah yang ta’ sanggup terus terluka karna harapan hampa dari manisnya cinta buta. ku harap kau jangan datang lagi meski kau berkunjung hanya dalam mimpi. karna aku tak akan pernah lupa saat kau buat ku teteskan air mata. mengertilah.
#S.O.T.A

#Mencobamenyelamirasadenganpena

Advertisements

Mengenal Baginda Nabi Muhammad S.a.w

happy Milad Yaa Rasululloh…..

MONGGO DIKENALKAN KEPADA ANAK CUCU KITE…..

*BIODATA RASULULLAH S.A.W*

πŸ–Œ *Nama* : _Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalibs bin Hashim_.

πŸ–Œ *Tarikh lahir :* _Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal_ bersamaan 20 April 571

Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah

Abrahah yang menyerang kota Ka’bah)

πŸ–Œ *Tempat lahir* : Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah.

πŸ–Œ *Nama bapak* : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim.

πŸ–Œ *Nama ibu* : Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf.

πŸ–Œ *Pengasuh pertama* : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW).

πŸ–Œ *Ibu susu pertama* : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).

πŸ–Œ *Ibu susu kedua* : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa’diah (lebih dikenali Halimah As-Sa’diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

 *USIA 5 TAHUN*

πŸ’“ _Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat_ untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

 *USIA 6 TAHUN*

πŸ’“ _Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia_ di Al-Abwa ‘

(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah SAW)

dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

 *USIA 8 TAHUN*

πŸ’“ _Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia_.

Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

 *USIA 9 TAHUN* (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

πŸ’“Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan

perniagaan.

πŸ’“Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira

(Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang

pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa

itu.

 *USIA 20 TAHUN*

πŸ’“Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab ‘Sirah’, jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah

14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan

berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

πŸ’“Menyaksikan ‘ perjanjian Al-Fudhul ‘ ; perjanjian damai untuk memberi

pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

*USIA 25 TAHUN*

πŸ’“Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah

binti Khuwailid Al-Asadiyah.

πŸ’“Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

πŸ’“Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

πŸ’“Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

 *USIA 35 TAHUN*

πŸ’“Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka’bah.

πŸ’“Pembinaan semula Ka’bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk

Makkah.

πŸ’“Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ‘Hajarul-Aswad’ ke

tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan

batu tersebut.

 *USIA 40 TAHUN*

πŸ’“Menerima wahyu di gua Hira’ sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

*USIA 53 TAHUN*

πŸ’“Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

πŸ’“Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

*USIA 63 TAHUN*

πŸ’“Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

*ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW*

πŸ’š Khadijah Binti Khuwailid.

πŸ’š Saudah Binti Zam’ah.

πŸ’š Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).

πŸ’š Hafsah binti ‘Umar (anak Sayyidina ‘Umar bin Al-Khattab).

πŸ’š Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.

πŸ’š Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).

πŸ’š Zainab Binti Jahsy.

πŸ’š Maimunah Binti Harith.

πŸ’š Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.

πŸ’š Zainab Binti Khuzaimah (digelar ‘Ummu Al-Masakin’, Ibu Orang Miskin).

*ANAK-ANAK RASULULLAH SAW*

1.πŸ’œ Qasim

2.πŸ’œ Abdullah

3.πŸ’œ Ibrahim

4.πŸ’œ Zainab

5.πŸ’œ Ruqaiyah

6.πŸ’œ Ummi Kalthum

7.πŸ’œ Fatimah Al-Zahra’

*ANAK TIRI RASULULLAH SAW*

πŸ’™ Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak kepada Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

*SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW*

*_IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN_*

1. Thuwaibah β†’ Hamzah

2. Abu Salamah β†’ Abdullah bin Abdul Asad

*_SAUDARA SUSUAN_*

1. Halimah Al-Saidiyyah β†’ Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib

2. Abdullah bin Harith bin Abdul ‘ Uzza

3. Syaima ‘ binti Harith bin Abdul ‘ Uzza

4. ‘Aisyah binti Harith bin abdul ‘ Uzza

*BAPAK DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW*

( _ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTHTHALIB_)

1. Al-Harith

2. Muqawwam

3. Zubair

4. Hamzah ***

5. Al-Abbas ***

6. Abu Talib

7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)

8. Abdul Ka’bah

9. Hijl

10. Dhirar

11. Umaimah

12. Al-Bidha (Ummu Hakim)

13. Atiqah ##

14. Arwa ##

15. Umaimah

16. Barrah

17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

*** masuk Islam.

## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

*Sabda Rasulullah SAW:*

_”Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku_

_Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga”_

(Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

Ψ§Ω„Ω„Ω‡Ω… Ψ΅Ω„Ω‰ ΩˆΨ³Ω„Ω… ΨΉΩ„Ω‰ Ψ³ΩŠΨ―Ω†Ψ§ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ Ψ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ§Ψ΅Ψ­Ψ§Ψ¨Ω‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…

Nabi Muhammad SAW – Manusia agung

 *KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH*

πŸ’“Begitu indahnya sifat fizikal

Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

_Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:_

πŸ’ž Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah saw..

πŸ’ž Aku melihat cahaya dari lidahnya.

πŸ’ž Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.

πŸ’ž Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.

πŸ’ž Rasulullah umpama matahari yang bersinar.

πŸ’ž Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.

πŸ’ž Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.

πŸ’ž Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.

πŸ’ž Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.

πŸ’ž Wajahnya seperti bulan purnama.

πŸ’ž Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.

πŸ’ž Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.

πŸ’ž Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

πŸ’ž Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.

πŸ’ž Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.

πŸ’ž Mulut baginda sederhana luas dan cantik.

πŸ’ž Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.

πŸ’ž Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.

πŸ’žJanggutnya penuh dan tebal menawan.

πŸ’ž Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.

πŸ’ž Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.

πŸ’ž Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.

πŸ’ž Rambutnya sedikit ikal.

πŸ’ž Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah

bahu tapi disisir rapi.

πŸ’ž Rambutnya terbelah di tengah.

πŸ’ž Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.

πŸ’ž Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.

πŸ’ž Seimbang antara kedua bahunya.

πŸ’ž Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar

dan tersusun dgn cantik.

πŸ’ž Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.

πŸ’ž Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.

πŸ’ž Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.

πŸ’ž Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.

πŸ’ž Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan

putih.

πŸ’ž Warna putihnya lebih banyak.

πŸ’ž Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.

πŸ’ž Warna kulitnya putih tapi sehat.

πŸ’ž Kulitnya putih lagi bercahaya.

πŸ’ž Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.

πŸ’ž Badannya tidak gemuk.

πŸ’ž Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.

πŸ’ž Perutnya tidak buncit.

πŸ’ž Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai

baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

 *KESIMPULANNYA* :

Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh

sepanjang zaman.

Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

*wallahu’alam*

Semoga bermanfaat